Sunday, 27 August 2017

Crown of Midnight


Judul : Crown of Midnight (Throne of Glass #2)
Penulis : Sarah J. Maas
Tebal : 418 halaman
Penerbit : Bloomsbury USA Children

Assassin Celaena Sardothien won a brutal contest to become the King's Champion. But she is far from loyal to the crown. Though she hides her secret vigilantly, her deadly charade becomes difficult when she realizes she is not the only one seeking justice. No one is above questioning her allegiance—not the Crown Prince Dorian; not Chaol, the Captain of the Guard; not even her best friend, Nehemia, a foreign princess with a rebel heart.

Then, one terrible night, the secrets they have all been keeping lead to an unspeakable tragedy. As Celaena's world shatters, she will be forced to decide once and for all where her true loyalties lie ... and whom she is willing to fight for.


Review:
Astaga.... Bagaimana cara buku biasa seperti Throne of Glass punya sekuel kayak begini?! Keren parah atulah. Saya tidak bisa berhenti baca. Gilaaaaaaa....

Halaman awal langsung menunjukkan Celaena yang sedang menjalankan tugas dari Raja Adarlan untuk membunuh seorang bangsawan. Lalu saat Celaena masuk ke ruang tahta dengan gaya sombongnya sambil membawa kepala orang mati, saya merasa semangat sendiri. Keren!!! Di hadapan semua orang yang takut padanya dan juga di hadapan raja yang mengakui kemampuannya. Badass banget. Saya suka bagaimana Dorian merasa kebingungan. Ia merasa tidak lagi mengenal Celaena. Saya juga bisa mendeteksi kegelapan dalam jiwa Celaena.

Tapi bintang utama buku ini adalah Chaol. Saya sudah suka sama dia sejak buku pertama dan di sini dia benar-benar menonjol sebagai love interest Celaena. Saya suka bagaimana Celaena jatuh cinta secara tulus kepada Chaol. Interaksi-interaksi mereka sangat menyenangkan dan hangat. Chemistry mereka juga bagus banget. Dan saya bertanya-tanya kapan hubungan itu berakhir. Ini baru buku kedua. Tidak mungkin kisah cinta Celaena sudah selesai. Pasti ada masalah.

Tentu saja dugaan saya benar. Saya tidak menyangka Sarah J. Maas membunuh salah satu tokohnya. Kematian itu membuat Celaena membenci Chaol. Dramanya mantap. Character development-nya luar biasa. Saya suka bagian Celaena berubah dingin dan kejam. Adegan balas dendamnya itu keren sekali, bikin saya deg-degan dan bersorak kegirangan. Wow.

Terus terang, saya merasa kasihan pada Celaena dan juga Chaol. Menurut saya, konflik yang ditunjukkan penulis sangat bagus. Saya bisa memahami alasan dan jalan pikiran keduanya. Sayangnya, mereka tetap saja tidak sejalan. Bagaimanapun juga Celaena membenci Adarlan, sedangkan Chaol mencintai kerajaan itu.

Di sisi lain, Dorian menemukan rahasia mengerikan di dalam darahnya. Saya sempat bertanya-tanya apa pentingnya Dorian di buku ini sampai rahasia itu terbuka. Wow. Saya tidak menyangka kalau semuanya sekacau itu. Seri Throne of Glass ini jadi jauh lebih rumit. Menarik sekali!

Kelemahan buku ini cuma satu. Identitas asli Celaena sama sekali bukan rahasia. Dari awal sudah ketebak. Jadi, semua misterinya tidak terasa seperti misteri. Tapi itu tidak masalah. Keseluruhan buku ini keren sekali. Endingnya juga sedih.

"You'll figure it out. And when you do... When you do, I want you to remember that it wouldn't have made any difference to me. It's never made any difference to me when it came to you. I'd still pick you. I'll always pick you." (Celaena to Chaol... Ironically sad...)

Pokoknya saya ship Celaena dan Chaol. Terlalu bagus hubungan mereka. Kyaaa!!! Chaol!!!!! #fangirling

Lanjut ke buku selanjutnya...

5/5

No comments:

Post a Comment